Kamis, 04 Oktober 2012

TINDAKAN PENGOBATAN DARI SIHIR

Lanjutan Risalah tentang Hukum Sihir dan Perdukunan.

II. Tindakan Pengobatan.

     Bacaan-bacaan tesebut  diatas (lihat I) juga merupakan senjata ampuh untuk menghilangkan sihir yang sedang menimpa seseorang, dibaca dengan hati yang khusyu', tunduk dan merendahkan diri, seraya memohon kepada Allah agar dihilangkan bahaya dan malapetaka yang sedang dihadapinya. Doa-doa berdasarkan riwayat yang kuat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh sihir dan semacamnya adalah sebagai berikut ini :

1). Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika me-rukyah (mengobati dengan membaca ayat-ayat Al-Quran atau doa-doa) sahabat-sahabatnya dengan bacaan berikut ini :



"Ya Allah Tuhan manusia! Hilangkan penyakit dan sembuhkanlah. Engkau Maha Penyembuh, tidak ada yang penyembuhan melainkan penyembuhan dari-Mu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."   [H.R.Bukhari]

2). Doa yang dibaca Jibril Alaihi Sallam ketika me-rukyah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam :


"Dengan nama Allah, aku merukyahmu dari segala yang menyakitkanmua dan dari kejahatan setiap diri atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian, , semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku merukyahmu."
(bacaan ini hendaklah diulang tiga kali)

3). Metode lain dalam mengobati sihir, terutama bagi laki-laki yang tidak dapat berjimak dengan istrinya karena terkena sihir adalah, ambillah tujuh lembar daun bidara yang masih hijau, ditumbuk atau diuleg dengan batu atau alat tumbuk lainnya, sesudah itu masukkan ke dalam sebuah bejana atau wadah, tuangkan air ke dalam wadah itu secukupnya untuk mandi, bacalah ayat Kursi, Q.S.Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas dan ayat-ayat sihir dalam Q.S.Al-A'raf 117-119,   Q.S.Yunus ayat 79-82  dan  Q.S.Thaha ayat 65-69  pada bejana tersebut.

     Surat Al-A'raf ayat 117-119 berbunyi :
 

"Dan Kami wahyukan kepada Musa, "Lemparkanlah tongkatmu!" maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dn batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina."
(Q.S.Al-A'araf:117-119)

     Surat Yunus ayat 79-82 berbunyi :


"Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya) "Datanglah kepadaku wahai ahli-ahli sihir yang pandai" Maka ketika itu ahli-ahli sihir itu datang. Musa berkata kepada mereka "Apa yang kamu lakukan itu? itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menunjukkan ketidakbenarannya. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsung pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapannya. Walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya,"    (Q.S.Yunus:79-82)

     Surat Thaha ayat 65-69 berbunyi :


"Mereka berkata "Wahai Musa! (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamilah orang yang mula-mula melemparkan?" Musa berkata "silahkan kamu sekalian melemparkan!" Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat. lantaran sihir mereka. maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat, sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). dan tidk akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang."   (Q.S.Thaha:65-69)
     Setelah membaca ayat-ayat tesebut diatas, hendaklah meminum sedikit airnya lalu sisanya dipakai untuk mandi. (Kitab fathul Bari jilid10 hal 33)

     Dengan cara ini mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'ala menghilangkan penyakit yang sedang diderita dan seandainya masih diperlukan pengobatan seperti ini beberapa kali, boleh saja dilakukan kembali, dua kali atau lebih hingga penyakitnya benar-benar hilang.

4). Cara pengobatan lainya, sebagai cara yang paling bermanfaat adalah berupaya mengerahkan tenaga dan daya untuk mengetahui di mana tempat sihir itu terjadi, di atas gunung atau di tempat manapun ia berada, bila tempatnya sudah diketahui, maka ambil dan musnahkanlah hingga sihir itu lenyap.

     Inilah beberapa penjelasan tentang pekara-perkara yang dapat menjaga diri kita dari sihir, disusul usaha pengobatan atau cara penyembuhannya, dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
     Adapun pengobatan dengan cara-cara yang dilakukan oleh tukang-tukang sihir, yaitu dengan mendekatkan diri kepada jin disertai dengan penyembelihan korban berupa hewan atau dengan cara-cara pendekatan diri lainnya, maka semua ini tidak dibenarkan karena termasuk perbuatan syetan, bahkan termasuk perbuatan syirik yang paling besar yang wajib dihindari.

     Demikian pula pengobatan dengan cara bertanya kepada dukun, tukang ramal dan semacamnya dengan menggunakan petunjuk sesuai dengan apa yang mereka katakan, semua ini tidak dibenarkan oleh agama Islam, karena dukun-dukun tersebut tidak beriman kepada Allah, mereka adalah para pendusta dan pembohong yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib dan menipu manusia.
     Rasululla Shallallahu Alaihi wa Sallam telah memperingatkan orang-orang yang mendatangi mereka, menanyakan dan membenarka apa yang mereka katakan, sebagaimana telah dijelaskan hukum-hukumnya di awal tulisan ini.

     Kepada Allaha Subhanahu wa ta'ala tempat kita memohon, agar seluruh kaum muslimin dilimpahkan kesejahteraan, kesehatan dan keselamatan dari segala kejahatan, dan semoga Allah melindungi mereka (kaum muslimin) dan agama mereka serta menganugrahkan kepada mereka pemahaman agama-Nya serta memelihara mereka dari segala sesuatu yang menyalahi syariat-nya.

   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar